Sabtu, 09 November 2013

Semoga Kau Menyadarinya



Dia adalah orang yang tertutup, bahkan sangat tertutup. Tetapi aku yakin dibalik itu semua pasti dia merahasiakan sesuatu yang orang lain tak boleh tau. Aku jadi penasaran dengan dia, seolah-olah aku ingin sekali mendekatinya dan bertanya tentang semua rahasianya, tetapi aku juga takut dia malah menjauhiku nantinya :o .
            Bel pulang pun berbunyi. Seperti biasa aku pulang dengan sepeda kesayangan ku. Di perjalanan aku berhenti sejenak, entah apa yang menghentikanku  disana. Terasa berat untuk meneruskan perjalanan ini. Hati kecilku bertanya-tanya mengapa aku berhenti disini???. Aku jadi bingung dan pusing tujuh keliling.
            Ku lihat disekelilingku kupandangi disetiap sudut jalan ini, ternyata ada Ria yang sedang duduk termenung di pinggir jalan, ya dialah orang yang tertutup itu. Kucoba mendekatinya dengan langkah yang agak pelan. Ku pegang bahunya dengan lembut… dan dia menoleh kepadaku dengan wajah cemas. Aku pun bertanya kepadanya ”Hai Ria mengapa kau berdiri sendiri disini, bukankah kau harus pulang? Apakah kedua orang tua mu tidak cemas?”. Dia hanya terdiam membisu tak menjawab sepatah kata pun pada ku. Ku coba untuk bertanya sekali lagi dengan nada yang rendah ” Ria jawablah pertanyaan ku jangan buat aku jadi penasaran kepadamu!”. Dan akhirnya dia mau membuka mulutnya juga untuk berbicara padaku. Dengan nada yang agak tinggi dia pun berkata “Percuma saja kau menyuruhku untuk pulang, itu tak akan berpengaruh pada ku. Aku bosan di rumah, aku bosan dengan orang tua ku yang selalu mengaturku!”. Dia berlari entah kemana dengan membawa air mata kesedihan. Mulutku terbungkam dengan ucapannya, terasa sesak dada ini setelah mendengar perkataannya. Ku lanjutkanlah  perjalanan pulang dengan sepeda kesayanganku dengan langkah yang kaku.
            Keesokan harinya di sekolah, aku memikirkan perkataan Ria. Aku heran masih ada saja anak yang egois dan marah terhadap  orang tua nya, padahal itu semua adalah perbuatan yang salah, hmm yasudahlah….
Bel masuk berbunyi . Kulihat Ria dengan pandangan yang penuh keheranan. Tetapi dia malah memalingkan wajahnya  ke tembok, ya mungkin saja dia ingin melihat semut yang berjalan-jalan di tembok! :P. Pak guru pun datang dengan menagih PR Bahasa Indonesia tentang membuat cerita pribadi. Di suruhlah aku maju untuk membacakan tentang cerita pribadiku. Sebemarnya aku berharap  Ria mendengarkan ceritaku ini, tetapi sepertinya dia tak menghiraukanku. Biarlah mungkin nanti dia akan mendengarkan ceritaku dengan sendirinya.
Ku mulailah membaca cerita pribadiku.Aku memang mempunyai orang tua, tetapi sejak aku kecil mereka telah lama berpisah. Sekarang mereka sudah mempunyai pasangan masing-masing, mereka tak menghiraukanku lagi karena sibuk dengan urusannya sendiri. Ketika mereka berpisah aku dititipkan ke nenek ku yaitu ibu dari ayah ku, tetapi nenek ku sekarang sudah meninggal sehingga aku sekarang hidup sendiri. Dunia terasa hampa bagiku, tetapi aku masih bersyukur  karena aku tidak perlu membiayai sekolahku karena aku mendapatkan beasiswa sejak SD sampai saat ini.Nah, dari  itu semua aku sadar bahwa  keberadaan orang tua itu lebih enak dibandingkan dengan tidak adanya orang tua. Dan aku belajar dari kehidupanku ini.
Aku pun mengakhiri ceritaku dan duduk kembali ketempatku. Ku lihat pandangan Ria kepada ku, seolah-olah dia ingin mengatakan sesuatu kepada ku .Di dalam hati kecilku aku berharap, semoga Ria sadar bahwa apa yang dia lakukan pada orang tua nya itu salah besar dan semoga dia mau pulang ke rumahnya dan menyesali perbuatannya itu.



                                                               KARYA: D!@n

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kursor Blog