Dia adalah orang yang tertutup,
bahkan sangat tertutup. Tetapi aku yakin dibalik itu semua pasti dia
merahasiakan sesuatu yang orang lain tak boleh tau. Aku jadi penasaran dengan
dia, seolah-olah aku ingin sekali mendekatinya dan bertanya tentang semua
rahasianya, tetapi aku juga takut dia malah menjauhiku nantinya :o .
Bel pulang pun berbunyi. Seperti
biasa aku pulang dengan sepeda kesayangan ku. Di perjalanan aku berhenti
sejenak, entah apa yang menghentikanku
disana. Terasa berat untuk meneruskan perjalanan ini. Hati kecilku bertanya-tanya
mengapa aku berhenti disini???. Aku jadi bingung dan pusing tujuh keliling.
Ku lihat disekelilingku kupandangi
disetiap sudut jalan ini, ternyata ada Ria yang sedang duduk termenung di
pinggir jalan, ya dialah orang yang tertutup itu. Kucoba mendekatinya dengan
langkah yang agak pelan. Ku pegang bahunya dengan lembut… dan dia menoleh
kepadaku dengan wajah cemas. Aku pun bertanya kepadanya ”Hai Ria mengapa kau
berdiri sendiri disini, bukankah kau harus pulang? Apakah kedua orang tua mu
tidak cemas?”. Dia hanya terdiam membisu tak menjawab sepatah kata pun pada ku.
Ku coba untuk bertanya sekali lagi dengan nada yang rendah ” Ria jawablah
pertanyaan ku jangan buat aku jadi penasaran kepadamu!”. Dan akhirnya dia mau
membuka mulutnya juga untuk berbicara padaku. Dengan nada yang agak tinggi dia
pun berkata “Percuma saja kau menyuruhku untuk pulang, itu tak akan berpengaruh
pada ku. Aku bosan di rumah, aku bosan dengan orang tua ku yang selalu
mengaturku!”. Dia berlari entah kemana dengan membawa air mata kesedihan. Mulutku
terbungkam dengan ucapannya, terasa sesak dada ini setelah mendengar
perkataannya. Ku lanjutkanlah perjalanan
pulang dengan sepeda kesayanganku dengan langkah yang kaku.
Keesokan harinya di sekolah, aku
memikirkan perkataan Ria. Aku heran masih ada saja anak yang egois dan marah terhadap
orang tua nya, padahal itu semua adalah
perbuatan yang salah, hmm yasudahlah….
Bel masuk berbunyi . Kulihat Ria
dengan pandangan yang penuh keheranan. Tetapi dia malah memalingkan
wajahnya ke tembok, ya mungkin saja dia
ingin melihat semut yang berjalan-jalan di tembok! :P. Pak guru pun datang
dengan menagih PR Bahasa Indonesia tentang membuat cerita pribadi. Di suruhlah
aku maju untuk membacakan tentang cerita pribadiku. Sebemarnya aku berharap Ria mendengarkan ceritaku ini, tetapi
sepertinya dia tak menghiraukanku. Biarlah mungkin nanti dia akan mendengarkan
ceritaku dengan sendirinya.
Ku mulailah membaca cerita
pribadiku.Aku memang mempunyai orang tua, tetapi sejak aku kecil mereka telah
lama berpisah. Sekarang mereka sudah mempunyai pasangan masing-masing, mereka
tak menghiraukanku lagi karena sibuk dengan urusannya sendiri. Ketika mereka
berpisah aku dititipkan ke nenek ku yaitu ibu dari ayah ku, tetapi nenek ku
sekarang sudah meninggal sehingga aku sekarang hidup sendiri. Dunia terasa
hampa bagiku, tetapi aku masih bersyukur
karena aku tidak perlu membiayai sekolahku karena aku mendapatkan beasiswa
sejak SD sampai saat ini.Nah, dari itu
semua aku sadar bahwa keberadaan orang
tua itu lebih enak dibandingkan dengan tidak adanya orang tua. Dan aku belajar
dari kehidupanku ini.
Aku pun mengakhiri ceritaku dan duduk
kembali ketempatku. Ku lihat pandangan Ria kepada ku, seolah-olah dia ingin
mengatakan sesuatu kepada ku .Di dalam hati kecilku aku berharap, semoga Ria
sadar bahwa apa yang dia lakukan pada orang tua nya itu salah besar dan semoga
dia mau pulang ke rumahnya dan menyesali perbuatannya itu.
KARYA:
D!@n
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar